Showing posts with label Agroteknologi UNEJ. Show all posts

Dalam rangka memeriahkan Festival Tegalboto untuk peringatan Ulang Tahun UNEJ yang ke-50 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agrotechnopark Universitas Jember atau Unej kini mengembangkan berbagai jenis tanaman hias, salah satunya adalah anggrek. Dalam pagelaran nanti UPT Agrotechnopark akan menggelar pelatihan budi daya anggrek dan mini landscape pada 21 Oktober 2014 mendatang.

Gedung UPT Agrotechnopark UNEJ
tampak dari gerbang depan.
Agrotechnopark yang berdiri pada tanggal 2 Nopember 2011, UPT Agrotechnopark, sudah memiliki berbagai produk yang telah dikembangkan. Semua produk tersebut akan ditampilkan dalam gelar produk 17-18 Oktober2014 untuk memeriahkan agenda Festival Tegal Boto 2014.

Seperti yang dikutip oleh AntaraJatim, Bapak Arie(Ketua UPT Agrotechnopark Unej) menjelaskan bahwa koleksi anggrek di lembaganya juga telah diperbanyak dengan sistem selfing/sibling atau persilangan sejenis. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan hasil silangan yang lebih bervariasi yang juga menjadi sarana pembelajaran mahasiswa dan masyarakat.

"Tanaman anggrek menjadi fokus kami dalam pengembangan tanaman hias di Agrotechnopark," kata Ketua UPT Agrotechnopark Unej Ir Arie Mudjiharjati, MSi di Jember, Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa dalam upaya mengembangkan tanaman hias, khususnya anggrek, pihaknya melakukan aklimatisasi atau penyesuaian iklim dari daerah dataran tinggi ke dataran rendah, persilangan dan upaya lainnya.

Ketua UPT Agrotechnopark UNEJ
Ir Arie Mudjiharjati Terlihat Sedang
Merawat Anggrek
Sumber Foto : Antara Jatim
"Rangkaian kegiatan ini nantinya akan ditutup dengan pelatihan pembuatan roti mini dengan aneka topping dan mi mojang (mocaf dan jagung) pada 22 Oktober mendatang," kata Arie.

Pelatihan itu, kata dia, bertujuan untuk menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat lingkungan Universitas Jember maupun masyarakat umum.

Ia menjelaskan bahwa Agrotechnopark siap mendukung Universitas Jember menuju kampus hijau dan bersih yang kini terus didengungkan di lingkungan kampus di kawasan Tegal Boto tersebut. Unej berupaya menjaga lingkungan kampus menjadi kawasan hijau dengan aneka ragam kelompok tanaman hortikultura (sayuran, buah-buahan dan tanaman hias) serta tanaman obat-obatan. (*antarajatim)

Kampus Harus Cetak Ahli Agroindustri Unggul
Sumber : OkeZone - Kampus Harus Cetak Ahli Agroindustri Unggul
Indonesia merupakan negara agraris yang dilengkapi dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, sumber daya manusia (SDM) berkompeten dalam bidang tersebut masih minim.

Menyadari hal tersebut, mulai tahun ini Universitas Jember (Unej) membuka program studi (prodi) Teknologi Industri Pertanian (TIP). Menurut Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Yuli Witono, pembukaan prodi baru itu untuk mengembangkan prodi yang ada di FTP.

"Secara makro, Indonesia adalah agraris sehingga diperlukan para SDM yang berkompeten di bidang itu," tutur Witono, seperti dilansir oleh laman Unej, Jumat (28/2/2014).

Dia menilai, ke depan lulusan teknologi industri akan sangat dibutuhkan. Pasalnya, pengembangan industri pertanian menjadi suatu hal yang sangat strategis untuk mengembangkan industri yang berbasis lokal maupun nasional.

"Dari hal itu, pendidikan tinggi yang berbasis pertanian yang ada di Universitas Jember perlu mengambil peran untuk mempersiapkan para lulusan yang berkompeten di bidang tersebut," jelasnya.

Sementara itu, calon Ketua Prodi TIP Unej, yakni Yuli Wibowo mengatakan, Unej memiliki potensi untuk melakukan pengembangan studi di bidang teknologi industri pertanian. Sebab Unej berada di lingkungan yang masyarakat yang sangat dekat dengan aktivitas perkebunan dan pertanian.

"Kami memiliki potensi untuk pengembangan keilmuan dalam bidang agro industri. Mulai dari aspek teknologi hingga manajerialnya," tutur Wibowo.

Dia menjelaskan, para mahasiswa jurusan TIP akan mempelajari seputar agro industri mulai dari hulu sampai hilir. Sehingga lulusannya diharapkan memiliki kemampuan dalam mengelola agro industri terkait dengan manajerial maupun teknis.

"Sisi interprenuer juga ditekankan sehingga lulusannya bukan menjadi seorang job seeker tapi job kreator yang mampu menjadi seorang tecnopreneur," tuturnya. (rfa)

Unej Menyediakan Lahan untuk Tanaman Obat
Universitas Jember (UNEJ) memiliki cara tersendiri untuk memanfaatkan lahan kosong. Dalam area seluas 13 hektare (ha) itu, UPT Agrotechnopark Unej memenuhinya dengan tanaman obat dan herbal, seperti kelor, kumis kucing, jahe, dan sambiloto.

Menurut Rektor Unej Moh Hasan, dari kesuluruhan luas tanah yang dialokasikan sebagai etalase tanaman herbal, berbagai tanaman obat mendapat jatah seluas satu ha. Etalase tersebut, lanjutnya, bisa dijadikan sabagai wahana edukasi masyarakat terutama bagi civitas academica Unej.

Selain itu, kata Hasan, lahan tersebut juga bisa menjadi sarana praktikum lapang maupun pengembangan keilmuan dalam hal obat herbal. Bahkan, kelak akan dijadikan sebagai pusat industri pengembangan dan pengolahan obat herbal.

"Pembangunan lahan herbal ini manjadi langkah awal menuju industrialisasi obat herbal yang sejalan dengan visi dari Unej dalam konteks pengembangan pertanian industrial dalam arti luas," papar Hasan, seperti disitat dari situs Unej, Rabu (9/4/2014).

Hasan menyebut, desain dari taman tanaman obat yang akan dibangun hampir menyerupai seperti taman bunga yang ada di Eropa. Namun yang membedakan hanya pada jenis tanaman saja.

"Kalau di Eropa bunga-bunga saja tapi kalau di sini bunga dikombinasikan dengan tanaman obat sehingga tidak hanya indah namun juga sehat," jelasnya.

Ketua UPT Agrotechnopark Arie Mudjiharjati menambahkan, lahan seluas 13 ha itu akan dibagi menjadi tiga cluster, yakni agrowisata edukasi,training center, dan agroindustri. Dia mengatakan, pembangunan agroindustri, kususnya produksi obat herbal akan semakin meningkatkan produksi obat herbal yang sebelumnya sudah dikembangkan oleh Fakultas Farmasi Unej.

"Saat ini industri obat herbal sebenarnya sudah mulai dikembangkan oleh Fakultas Farmasi Unej dan sudah memiliki produk yang sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan sehingga sudah memiliki merek dagang," ungkap Arie.

Arie menambahkan, desain pembangunan taman obat tersebut berbentuk tiga lembar daun tembakau. Hingga saat ini, lanjutnya, baru satu taman yang terselesaikan dan diproyeksikan pada pertengahan 2015 selesai secara keseluruhan.

Taman tanaman obat ini juga akan dilengkapi dengan sebuah gedung produksi dan gedung pengemasan obat herbal. "Lebih dari 100 jenis tanaman herbal kami siapkan untuk melengkapi koleksi tiga taman tersebut. Kami juga bekerjasama dengan Balitbang tanaman obat untuk pengembangan ke depan," tutupnya. (ade)

[]Okezone/Sikuli Unej

Seminar Nasional Natural Farming oleh Super Hero Lingkungan 2Seminar Nasional Natural Farming oleh Super Hero Lingkungan 2

"SUPER HERO LINGKUNGAN 2" 
mepersembahkan dua acara nasional terakhir kami pada 
tanggal 25 - 27 April 2014,
tunjukkan kepedulian lingkungan kita terhadap lingkungan sekitar,..

SEMINAR NASIONAL tentang 
"NATURAL FARMING" 
dg HTM sebesar 35rb dengan fasilitas yang sudah tertera di PAMFLET

FUNTRIP dengan menikmati "blue fire IJEN" yang hanya ada dua di seluruh DUNIA dan salah satunya di Bondowoso IJEN, reboisasi HUTAN dan menikmati kopi JAVA IJEN RAUNG 

Bisa pesen tiket di aku 083852184773 , segera kami tunggu partisipasi kalian para HERO LINGKUNGAN 

Powered by Blogger.