Showing posts with label Fakultas Sastra UNEJ. Show all posts

Di ulang tahunnya ke-35, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Jember berusaha keras menenamkan kepercayaan kepada anggota dan warga masyarakat di sekitar kampus bumi tegal boto Universitas Jember. KPRI yang dulu lahir secara sesar, dengan bermodalkan perintah pendirian oleh Letkol Warsito, Rektor Universitas Jember kala itu kepada beberapa penggagas seperti Prof. Dr. H. Murdijanto Purbangkoro, SE, SU. 

KPRI Universitas Jember, Merayakan Ulang Tahun ke-35
Melalui jatuh bangunnya perkoperasioan di wilayah Jember kini telah berhasil mensejahterakan anggotanya. Demikian yang diungkapkan Sugijono, SH, MH, ketua KPRI Universitas Jember dalam peringatan ulang tahun ke-35 KPRI pada hari Minggu, 12 Oktober 2014. Peringatan HUT KPRI Unej ke-25 dirayakan dengan jalan sehat bersama pengurus, pembina dan seluruh anggota dan masyarakat sekitar kampus bumi tegal boto Universitas Jember. 

Hadiah utama berupa lemari es dan televisi LED 32 inc diraih oleh peserta dari umum atau warga sekitar kampus tegal boto Universitas Jember. Pada kesempatan itu, Ketua KPRI Universitas Jember, Sugijono memberikan bantuan pendidikan kepada 50 orang anak dari anggota KPRI yang berprestasi dan kurang mampu. 

Sugijono merasa bersyukur bahwa dalam kurun waktu 35 tahun, KPRI mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari anggota dan masyarakat dengan memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui unit toko, dan juga memenuhi kebutuhan dana segar melalui unit simpan pinjam (USP). KPRI akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada anggota dan masyarakat dengan menyediakan kebutuhan terutama kepada anggotanya.

Untuk kumpulan foto-foto acara ulang tahun kpri, silahkan check disini
Sumber : http://akademiksastra.blogspot.com/

Ilustrasi Demo Mahasiswa
Anggara Ekky Saputra (22), mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, nekat naik ke atap kampus. Sambil menyiram cat hitam ke tubuh dan menyebarkan selembaran kritikan, Anggara menuntut agar jam malam di kampus dihapuskan. 

"Saya melakukan aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan Dekan Fakultas Sastra yang menerapkan jam malam di kampus," teriak Anggara seperti dikutip dari Antara, Rabu (19/2).

Bukan hanya Anggara yang keberatan, mayoritas mahasiswa Unej juga keberatan dengan kebijakan tersebut. Mereka beralasan masih banyak mahasiswa yang beraktivitas di jam malam yang ditentukan kampus yaitu pukul 22.00 WIB.

"Penerapan jam malam itu merupakan bentuk pengekangan terhadap mahasiswa karena kegiatan mahasiswa yang aktif di unit kegiatan mahasiswa (UKM) biasanya dilakukan pada malam hari," tuturnya.

Sebelum naik ke atas gedung, Anggara mengaku telah melayangkan surat protes ke pihak dekanat, namun tidak ditanggapi. 

"Protes yang saya layangkan berbuntut ancaman drop out (DO) dari fakultas, bahkan saya tidak bisa melakukan program registrasi sebagai mahasiswa selama semester dan saya tidak bisa mengikuti kuliah selama satu semester," paparnya.

Di lain pihak, Kabag Humas dan Protokol Unej Agung Purwanto membenarkan adanya kebijakan penerapan jam malam di kampus setempat sejak pukul 22.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pandangan buruk terkait dengan aktivitas mahasiswa di kampus pada malam hari.

"Kegiatan belajar mengajar (KBM) pada malam hari sudah jauh berkurang, bahkan tidak ada dan asumsinya pada pukul 22.00 WIB sudah tidak ada KBM atau kegiatan di kampus," tutur dia.

Apalagi dia menganggap sebagian besar mahasiswa menjadikan sekretariat UKM di kampus layaknya kos gratis. Hal ini diperparah dengan banyaknya mahasiswa berlainan jenis kelamin tinggal di dalam tempat tersebut. 

"Terkait dengan hukuman yang diterima mahasiswa Anggara, saya masih belum tahu. Proses akademik dilakukan secara sistem informasi online, sehingga tidak bisa dilakukan sepihak dari pihak dosen," kata dia. [has]

Fakultas Sastra Universitas Jember 2013, dalam rangka memperingati Bulan Bahasa mengadakan sebuah acara yaitu :
Seminar Nasional dan Launching Buku
dengan tema :
"Keberaksaan dan Permasalahan Kebangsaan di Tengah-tengah Abad Digital"

Pembicara yang dihadirkan dalam acara ini adalah sebagai berikut :
  1. Dr. Haryatmoko (Pengajar Filsafat USD Yogyakarta)
  2. Dr. Ikwan Setiawan (Dosen Fakultas Sastra)
Buku yang akan di Launching pada acara itu pun adalah sebagai berikut :
  1. Membela Nelayan - Kusnadi
  2. Sejarah Amerika Serikat - IG Krisnadi
  3. Novel Titik Balik Kesunyian - Ilham Zubazary
Untuk info lebih lengkapnya silahkan datangi panitia dan perhatikan pamflet dibawah ini!
Seminar Nasional dan Launching Buku : Bulan Bahasa

Terima Kasih telah berkunjung dan terima kasih atas berita yang disampaikan oleh pihak panitia!

Fakultas Satra Gelar Seminar Anti Korupsi Antar Fakultas
Fakultas Satra Universitas Jember menyelenggarakan seminar anti korupsi antar fakultas pada hari kamis (15/10). Seminar yang dilaksanakan di ruang Aula lantai satu Fakulatas sastra ini diikuti oleh para mahasiswa perwakilan seluruh fakultas di lingkungan Universitas Jember. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang praktek-praktek korupsi yang sekarang marak terjadi.

Pada seminar yang bertema “ Mengenal Modus Operandi Korupsi” ini diisi oleh tiga pemateri. Drs. Djoko Susilo, Msi yang merupakan pakar politik dan juga Dosen di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional (HI) menyampaikan materi “Membongkar Praktek-Praktek Korupsi di Indonesia.” Pemateri yang kedua adalah pakar Ilmu Hukum Echwan Iriyanto, S.H., M.H. yang juga Dosen di Fakultas Hukum Univertas Jember menyampai materi “Aspek pembuktian Dalam Tndak Pidana Korupsi. “ Pemateri terakhir merupakan Wakil Ketua I STAIN Jember yang membahas dari perspektif Islam. Dia menyampaikan materi dengan judul “Korupsi Dalam Perspektif Islam.”

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Sastra Dr. Hairus salikin, M.Ed menyampaikan ketiga pemateri merupakan orang sangat ahli dibidangnya. Seperti yang dia sampaikan “Apabila sesuatu diserahkan pada bukan ahlinya maka tinggal tunggu kehancurannya.” Masing-masing pemateri akan menyampaikan sesuai dengan bidang masing-masing pemateri. “Mereka semua ahli dibidangnya ada yang bidang politik, hukum dan juga dari bidang agama, dengan demikian diharapkan mampu menjawab persoalan korupsi yang kini marak terjadi di negeri ini” imbuhnya.

Setelah pemaparan materi seminar selesai, kepada peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar hal terkait. Mahasiswa sangat antusias bertanya tentang berbagai persoalan yang terkait dengan korupsi yang kini marak diberitakan oleh media. Satu per satu pemateri menjawab semua pertanyaan dari para peserta seminar sehingga tidak ada satu pertanyaan pun yang terlewatkan. (Novi/Mj)

Powered by Blogger.